Anak dari 23 Provinsi Direkrut Jaringan Teroris, Densus 88: Terbanyak Jawa Barat Disusul DKI Jakarta



photo

Jakarta, Selasa 18 November 2025 – Anak dari 23 Provinsi teridentifikasi diduga direkrut dalam jaringan terorisme. Hal ini disampaikan Juru Bicara Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri AKBP Mayndra Eka Wardhana. Ia menyebutkan anak terbanyak terpapar di Provinsi Jawa Barat disusul DKI Jakarta.

“Provinsi yang di dalamnya paling banyak terpapar anak terhadap paham ini adalah Provinsi Jawa Barat, kemudian Jakarta. Ya, jadi ini data yang sampai hari ini kami dapat,” kata AKBP Mayndra, dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (18/11/2025).

Mayndra menjelaskan bahwa temuan 23 provinsi tersebut merupakan bagian dari tren peningkatan signifikan keterlibatan anak dalam jejaring terorisme yang direkrut melalui platform daring.

Jika pada 2011-2017 Densus 88 mencatat hanya 17 anak yang terpapar, maka pada 2025 jumlahnya melonjak drastis menjadi lebih dari 110 anak.

“Jadi artinya kita bisa sama-sama menyimpulkan bahwa ada proses yang sangat masif sekali rekrutmen yang dilakukan melalui media daring,” ungkapnya.

Sebelumnya, Densus 88 sudah menindak lima tersangka dewasa yang diduga menjadi perekrut anak-anak dan pelajar untuk kepentingan kelompok teroris dalam satu tahun terakhir.

“Dalam setahun ini ada 5 tersangka yang sudah diamankan oleh Densus 88 dengan 3 kali penegakan hukum dari akhir Desember 2024 hingga kemarin, hari Senin tanggal 17 November 2025. Untuk saat ini terhadap tersangka dilakukan proses hukum,” jelasnya.

Get In Touch

Jl Pahlawan No 7, Surabaya

gmail : vnncitra@gmail.com

Follow Us

© oposisi.co. All Rights Reserved.