Antisipasi Hujan Ekstrem, Pemkot Surabaya Tambah Lima Rumah Pompa



photo

SURABAYA, 2 FEBRUARI 2026 –– Pemerintah Kota Surabaya memperkuat kesiapan infrastruktur pengendalian banjir untuk menghadapi potensi curah hujan ekstrem pada Februari 2026.

Langkah yang dilakukan meliputi penambahan rumah pompa, normalisasi saluran air, serta peningkatan kapasitas sistem drainase di sejumlah titik rawan genangan.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Hidayat Syah, mengatakan pemkot akan membangun sejumlah rumah pompa baru di kawasan strategis, di antaranya sekitar Gereja Bethany, Semolo, Nginden, serta Teluk Betung di kawasan Teluk Kumai.

Dengan tambahan lima unit tersebut, jumlah rumah pompa di Surabaya akan meningkat dari 85 menjadi 90 unit. Proses lelang pembangunan dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.

Selain menambah infrastruktur, DSDABM juga mengintensifkan normalisasi saluran air sebagai langkah utama menjaga kelancaran aliran.

Normalisasi dilakukan menggunakan alat berat serta melibatkan Satgas di tingkat kecamatan, terutama untuk membersihkan saluran lingkungan warga. Salah satu lokasi yang telah ditangani adalah kawasan Simo Kalangan yang memiliki tingkat sedimentasi cukup tinggi.

Sementara itu, Kepala Bidang Drainase DSDABM Surabaya, Adi Gunita, menjelaskan sistem drainase kota terus dievaluasi menyesuaikan perubahan pola dan intensitas curah hujan.

Pada 2026, DSDABM melakukan intervensi terhadap 12 dari total 30 sistem drainase yang ada, termasuk peningkatan kapasitas saluran dan pembesaran long storage.

Upaya tersebut membuahkan hasil dengan berkurangnya jumlah titik genangan. Dari sekitar 220 titik genangan yang terdata sejak 2021, kini turun menjadi sekitar 138 titik.

Meski demikian, beberapa kawasan seperti Jalan Raya Tenggilis Mejoyo, Simo Kalangan, dan Margo Mulyo masih menjadi fokus penanganan jangka menengah hingga lima tahun ke depan.

Adi menambahkan, kawasan Margo Mulyo memiliki karakteristik khusus karena berada di cekungan dan dekat akses tol. Meski telah dilengkapi rumah pompa, peningkatan kapasitas dan konektivitas saluran masih dibutuhkan agar genangan lebih cepat surut.

Menghadapi puncak musim hujan Februari 2026, DSDABM memprioritaskan kegiatan operasi dan pemeliharaan secara masif, termasuk pengerukan rutin saluran untuk mengurangi sedimentasi. Di sisi lain, pemkot juga menekankan pentingnya edukasi pengelolaan sampah kepada masyarakat agar tidak menghambat sistem drainase.

Dengan kombinasi penguatan infrastruktur dan peran aktif warga, Pemkot Surabaya optimistis risiko genangan dan banjir dapat ditekan meski cuaca ekstrem berpotensi terjadi.

Get In Touch

Jl Pahlawan No 7, Surabaya

gmail : vnncitra@gmail.com

Follow Us

© oposisi.co. All Rights Reserved.