Antisipasi Super Flu H3N2, Pemkot Surabaya Keluarkan SE Kewaspadaan Dini



photo

SURABAYA, 27 JANUARI 2026 – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengambil langkah antisipatif menghadapi potensi penyebaran Super Flu dengan menerbitkan Surat Edaran Nomor 400.7.7.1/1001/436.7.2/2026 tentang kewaspadaan dini terhadap virus Influenza A subtipe H3N2 subclade K.

Kebijakan ini ditujukan untuk memperkuat kesiapsiagaan seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat, tanpa menimbulkan kepanikan.

Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Lilik Arijanto, mengatakan surat edaran tersebut merupakan tindak lanjut dari edaran Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur serta hasil pencermatan terhadap perkembangan epidemiologi nasional hingga akhir Desember 2025.

Tercatat, terdapat 62 kasus influenza yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak berada di Jawa Timur, disusul Kalimantan Selatan dan Jawa Barat.

“Super flu ini disebabkan oleh virus Influenza A subtipe H3N2 subclade K yang tingkat penularannya lebih cepat dan berpotensi menimbulkan gejala lebih berat dibandingkan influenza musiman. Karena itu, kewaspadaan dini menjadi kunci,” ujar Lilik.

Ia menjelaskan, gejala infeksi virus tersebut umumnya muncul secara mendadak. Penderita dapat mengalami demam tinggi hingga 39–41 derajat Celsius, disertai nyeri otot dan sendi, lemas berlebihan, sakit kepala berat, serta gangguan pernapasan seperti nyeri tenggorokan dan batuk kering berkepanjangan.

Penularan Super Flu dapat terjadi melalui droplet saat batuk, bersin, atau berbicara, kontak langsung seperti berjabat tangan, maupun sentuhan dengan permukaan benda yang terkontaminasi virus.

“Aktivitas sehari-hari yang terlihat sepele bisa menjadi jalur penularan jika kewaspadaan diabaikan,” jelasnya.

Meski demikian, Pemkot Surabaya menegaskan masyarakat tidak perlu panik. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan dengan disiplin menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta protokol kesehatan di berbagai aktivitas.

“Penggunaan masker di area kerumunan, etika batuk dan bersin, mencuci tangan dengan sabun, serta menjaga kebersihan lingkungan adalah langkah sederhana namun sangat efektif,” kata Lilik.

Selain itu, masyarakat juga diimbau menjaga daya tahan tubuh dengan pola makan bergizi seimbang, memperbanyak konsumsi buah dan sayur, istirahat cukup, serta mengonsumsi vitamin sesuai kebutuhan. Warga juga diminta menghindari kontak erat dengan orang yang menunjukkan gejala influenza.

“Jika mengalami gejala flu, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat dan hindari pengobatan mandiri tanpa pengawasan tenaga medis,” tegasnya.

Untuk memperluas jangkauan informasi, Pemkot Surabaya menginstruksikan seluruh kepala OPD, camat, dan lurah agar aktif melakukan sosialisasi di wilayah masing-masing.

Upaya ini melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, PKK, RT/RW, serta Kader Surabaya Hebat (KSH) guna memantau kondisi kesehatan warga secara kolaboratif dan berkelanjutan.

“Dengan langkah terpadu ini, kami berharap warga Surabaya tetap tenang, waspada, dan bersama-sama menjaga kesehatan Kota Pahlawan dari ancaman Super Flu,” pungkas Lilik.

Get In Touch

Jl Pahlawan No 7, Surabaya

gmail : vnncitra@gmail.com

Follow Us

© oposisi.co. All Rights Reserved.