BMKG: Surabaya Resmi Masuki Musim Hujan, Warga Diminta Waspadai Banjir Rob
SURABAYA, 8 NOVEMBER 2025 — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak Surabaya mengumumkan bahwa wilayah Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya, telah resmi memasuki musim penghujan.
Koordinator Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak, Ady Hermanto, menyebutkan, curah hujan dalam sepekan terakhir menunjukkan intensitas bervariasi dari sedang hingga lebat, yang terjadi pada siang maupun malam hari.
“Curah hujan di Surabaya saat ini cukup tinggi dan bervariasi. Selain itu, pada 6–7 November 2025 juga akan terjadi gelombang pasang maksimum di wilayah Selat Madura yang berpotensi menyebabkan banjir rob di kawasan pesisir,” ujar Ady.
Ia menambahkan, apabila hujan deras terjadi bersamaan dengan gelombang pasang, potensi genangan air akan meningkat. BMKG memprediksi puncak musim hujan di Surabaya akan berlangsung pada Januari hingga Februari 2026.
Menurut Ady, peningkatan curah hujan di Surabaya dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain fenomena Muson Barat dan Madden Julian Oscillation (MJO) yang membawa tambahan uap air dari Samudra Hindia.
“Namun yang paling dominan adalah pengaruh Muson Barat, karena angin dari arah barat ini meningkatkan pasokan uap air di atmosfer,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, BMKG mengimbau masyarakat agar rutin membersihkan saluran drainase supaya aliran air tetap lancar. Ady juga mengingatkan pentingnya memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG.
“Masyarakat bisa memantau kondisi cuaca secara gratis melalui aplikasi Info BMKG, platform WOFI, maupun situs satelit BMKG yang diperbarui setiap 10 menit sekali,” ujarnya.
BMKG juga bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya untuk memperkuat sistem peringatan dini. Langkah yang dilakukan antara lain pemasangan display informasi cuaca di kawasan pesisir, penempatan penangkar hujan, serta penyediaan informasi tanggap bencana secara cepat dan real time.
“Semua ini kami lakukan agar masyarakat, terutama nelayan, bisa mendapatkan informasi cuaca secara akurat sebelum melaut,” pungkas Ady.