Bogasari Operasikan PLTS Kedua, Dorong Efisiensi Energi dan Akselerasi Industri Hijau
JAKARTA, 26 NOVEMBER 2025 – PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari kembali memperluas penggunaan energi terbarukan dengan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) kedua di pabrik Bogasari Jakarta, Selasa (25/11/2025).
Langkah ini melanjutkan keberhasilan instalasi pertama di Cibitung, Bekasi, yang berjalan sejak 2022 dan menegaskan komitmen perusahaan terhadap penerapan industri hijau.
Peresmian PLTS terbaru ini bertepatan dengan perayaan 54 tahun Bogasari sebagai pelopor industri tepung terigu nasional. “Pabrik Bogasari Cibitung adalah flour mill pertama yang memanfaatkan energi matahari sebagai sumber energi bersih,” ujar Wakil Kepala Divisi Bogasari, Erwin Sudharma.
PLTS di Jakarta memiliki kapasitas 1,88 Megawatt-peak (MWp) dan mampu menghasilkan penghematan energi hingga 1.920.000 kWh per tahun. Dampaknya, emisi karbon dapat ditekan hingga 1.350 ton CO₂e per tahun—setara penanaman lebih dari 22 ribu pohon. Bogasari juga menargetkan kapasitas total PLTS mencapai sekitar 4 MWp.
Vice President Engineering and Technology Bogasari, Andry Wiryanto, mengungkapkan bahwa rencana pembangunan PLTS ini sudah disiapkan sejak 2022. Penguatan struktur atap gudang dilakukan pada 2024 sebelum pemasangan panel surya pada 2025 melalui kerja sama dengan PT Aruna Cahaya Pratama.
Panel surya dipasang di atap Gudang Finish Product Storage (FPS) GH, I, dan JK, dengan total 3.410 modul photovoltaic (PV). Energi yang dihasilkan menopang kebutuhan operasional FSBP, penerangan gudang, area WSB, gate office, hingga 22 unit forklift bertenaga baterai.
Sebagai perbandingan, PLTS pertama di Cibitung berkapasitas 1 MWp dengan 2.274 panel dan mampu menghemat energi lebih dari 1,1 juta kWh per tahun, yang langsung mendukung produksi Mill A dan Mill B.
Selain pengembangan PLTS, Bogasari aktif menjalankan program keberlanjutan lain, seperti pengurangan sampah kemasan melalui penggunaan ulang jumbo bag, pengurangan ketebalan plastik, dan penerapan Sistem Manajemen Energi ISO 50001:2018. Perusahaan juga membeli Renewable Energy Certificate (REC) dari PLN serta beralih dari bahan bakar fosil ke natural gas dan elektrifikasi peralatan produksi.
“Ke depan, Bogasari akan memperluas penggunaan energi bersih dengan meningkatkan pembelian REC,” kata Erwin.
Di sektor air, Bogasari menerapkan rainwater harvesting berkapasitas 3.000 m³ dan teknologi SWRO (Sea Water Reverse Osmosis) yang menghasilkan masing-masing 1.000 m³ per hari di Jakarta dan 750 m³ di Surabaya. Upaya tersebut memungkinkan pemanfaatan air hingga 250.000 m³ per tahun untuk kebutuhan produksi.
Perusahaan juga mengolah limbah cair domestik menjadi air untuk toilet, mengganti bahan bakar boiler dan forklift dengan gas alam, serta memperbanyak program penghijauan.
Peresmian PLTS di Jakarta dihadiri jajaran manajemen Indofood dan Bogasari, termasuk Direktur Indofood sekaligus Kepala Divisi Bogasari, Franciscus Welirang. Acara digelar di Gedung Kunci Biru, Tanjung Priok, dan ditandai dengan penekanan sirene, penandatanganan prasasti, serta peninjauan lapangan.
Dengan tambahan PLTS ini, Bogasari mempertegas posisinya sebagai industri tepung yang konsisten mendorong efisiensi energi dan transisi menuju operasi rendah karbon.