Commuter Line Surabaya–Probolinggo Segera Beroperasi, Pemerintah Siapkan Subsidi Tarif
SURABAYA, 20 JANUARI 2026 – Pengembangan transportasi kereta api di Jawa Timur terus digenjot. Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan bersama KAI Commuter tengah memfinalisasi rencana perpanjangan layanan Commuter Line Surabaya–Pasuruan (Supas) hingga Stasiun Probolinggo.
Kebijakan ini ditujukan untuk memperluas konektivitas antardaerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi regional.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda menyampaikan, sejak mulai beroperasi di Jawa Timur pada 2022, KAI Commuter konsisten memperkuat layanan transportasi publik berbasis rel di kawasan Surabaya dan sekitarnya.
Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat di wilayah aglomerasi, penambahan lintas layanan dinilai menjadi kebutuhan mendesak.
“Perpanjangan lintas ini diharapkan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Jawa Timur,” ujar Karina.
Saat ini, Commuter Line Supas melayani rata-rata 4.417 penumpang per hari atau sekitar 130–140 ribu penumpang per bulan. Dengan rencana perpanjangan rute hingga Kota Probolinggo, tingkat okupansi diperkirakan akan meningkat signifikan.
KAI Commuter pun telah melakukan pembahasan intensif dengan para pemangku kepentingan terkait. Rencana ini sejalan dengan program pemerintah untuk memperluas layanan kereta api lokal bersubsidi (Public Service Obligation/PSO) yang selama ini hanya beroperasi sampai Stasiun Pasuruan.
Karina menjelaskan, lintas layanan akan diperpanjang menjadi Surabaya–Pasuruan–Probolinggo, dengan jarak tempuh meningkat dari 63 kilometer menjadi sekitar 101 kilometer.
Pengembangan ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarkota, mendukung sektor pariwisata, serta menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat Jawa Timur.
Hasil survei internal KAI Commuter menunjukkan respons sangat positif dari masyarakat Probolinggo.
Minat penggunaan Commuter Line bahkan mencapai 100 persen, dengan potensi penambahan sekitar 304 penumpang per hari. Stasiun Probolinggo dinilai strategis karena berada di pusat kota dan dekat dengan kawasan industri, perkantoran, pendidikan, serta destinasi wisata.
Dari sisi infrastruktur, Stasiun Probolinggo saat ini memiliki empat jalur pelayanan dan dua jalur stabling. Sejumlah peningkatan fasilitas juga direncanakan, mulai dari penambahan kanopi peron, perluasan ruang tunggu, hingga penambahan petugas operasional guna meningkatkan kenyamanan dan keamanan penumpang.
Dukungan penuh juga datang dari DJKA Kementerian Perhubungan. Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api DJKA Arif Anwar menegaskan pihaknya terus mengawal kesiapan operasional agar layanan dapat segera direalisasikan.
“Kami berkoordinasi dengan KAI Commuter untuk memastikan seluruh persyaratan pelayanan penumpang terpenuhi sesuai ketentuan,” kata Arif.
DJKA akan melakukan pemantauan langsung terhadap kesiapan stasiun-stasiun yang akan dilalui. Jika seluruh persyaratan terpenuhi, operator akan didorong segera mengajukan izin operasi.
Untuk menjaga keterjangkauan tarif, DJKA memastikan dukungan subsidi PSO tetap diberikan. Selain itu, koordinasi dengan Pemerintah Kota Probolinggo juga akan dilakukan untuk mendukung integrasi transportasi lanjutan menuju pusat kota dan kawasan wisata.
“Kami berharap seluruh proses berjalan lancar sehingga layanan Commuter Line Surabaya–Probolinggo dapat segera dinikmati masyarakat,” pungkas Arif.