Danantara Indonesia Paparkan Arah Transformasi Garuda Indonesi dan Krakatau Steel
Foto : Dok. Danantara
JAKARTA, 20 NOVEMBER 2025 – Danantara Indonesia menyampaikan perkembangan terbaru serta arah transformasi sejumlah perusahaan strategis yang berada di bawah pengelolaan Danantara Asset Management.
Diskusi berlangsung interaktif dan menekankan pentingnya penguatan operasional, peningkatan kapasitas industri nasional, serta penyelarasan portofolio BUMN agar adaptif terhadap kebutuhan publik dan dinamika pasar. Seluruh langkah transformasi dijalankan secara terukur dengan berpegang pada prinsip tata kelola yang baik.
Director Business-3 Danantara Asset Management Febriany Eddy menjelaskan bahwa pemulihan Garuda Indonesia saat ini difokuskan pada percepatan Return to Service (RTS) guna memastikan kesiapan armada dan keandalan layanan penerbangan.
“Banyak pesawat Garuda yang masih grounded karena belum dapat menjalani perawatan. Ketika pesawat tidak terbang, tidak ada pendapatan sementara biaya tetap terus berjalan. Penundaan akan memperlebar ‘lubang’ yang harus ditutup. Karena itu, tahap awal transformasi adalah memastikan seluruh armada Garuda dan Citilink dapat segera menjalani maintenance agar kembali memenuhi syarat terbang,” jelasnya.
Transformasi Garuda Indonesia dilaksanakan melalui empat pilar utama: peningkatan layanan pelanggan, pengembangan model bisnis adaptif, penguatan operasional berbasis keselamatan, serta modernisasi teknologi untuk mendorong efisiensi.
“Danantara Indonesia berkomitmen penuh mendukung proses transformasi Garuda. Namun komitmen ini bukan ‘free lunch’. Bersama manajemen, kami akan mengawal prosesnya hingga tuntas,” tegas Febriany.
Dalam kesempatan yang sama, Danantara Indonesia juga membahas arah pengembangan Krakatau Steel. Kebutuhan baja domestik dan regional diprediksi meningkat seiring pertumbuhan sektor konstruksi, transportasi, dan manufaktur.
“Industri baja bergerak selaras dengan pertumbuhan ekonomi. Investasinya jangka panjang, 10 hingga 15 tahun ke depan. You invest for tomorrow, not today. Tapi hari ini industrinya tetap harus efisien,” kata Febriany.
Danantara Indonesia saat ini mengevaluasi berbagai opsi strategis bagi Krakatau Steel mulai dari pemulihan operasi, optimalisasi aset, hingga peluang kolaborasi teknologi. Semua langkah dilakukan secara hati-hati untuk menjaga keberlanjutan industri baja nasional.
Pada sektor aviasi, Danantara juga memperkenalkan integrasi Pelita Air ke dalam Garuda Group sebagai langkah penyelarasan ekosistem penerbangan nasional. Integrasi ini diharapkan memperjelas segmentasi layanan, memperkuat pengelolaan armada, dan memastikan konsistensi kualitas pelayanan publik.
Sementara itu, penataan portofolio BUMN dilakukan melalui penyederhanaan struktur usaha dan penguatan kemitraan strategis. Kemitraan tidak hanya dimanfaatkan sebagai sumber permodalan, tetapi juga sebagai akses terhadap teknologi, pasar, dan kapabilitas baru.
Menutup sesi, Danantara Indonesia menegaskan bahwa transformasi pada seluruh perusahaan strategis akan terus dijalankan secara hati-hati, berbasis analisis, dan berorientasi jangka panjang.
Garuda Indonesia dan Krakatau Steel tetap menjadi pilar penting dalam memperkuat konektivitas nasional dan industri dasar, sementara penataan portofolio BUMN diarahkan untuk membangun struktur usaha yang lebih efektif, kompetitif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.