Delapan Negara Muslim Desak Israel Hentikan Pelanggaran Gencatan Senjata di Gaza
Abu Dhabi, Senin 02 Februari 2026- Indonesia bersama Uni Emirat Arab, Turki, Mesir, Pakistan, Qatar, dan Arab Saudi merilis pernyataan bersama terkait pelanggaran gencatan berulang oleh Isarel di wilayah Gaza
Dalam pernyataan bersama setingkat Menteri Luar Negeri, dijelaskan bahwa pelanggaran tersebut berpotensi mengganggu proses gencatan senjata
“Tindakan-tindakan ini beresiko meningkatkan ketegangan dan merusak upaya yang bertujuan memperkuat situasi kondusif serta memulihkan stabilitas,” tulis pernyataan bersama pada hari Minggu (1/2)
Mereka juga mendesak Hamas dan Israel untuk menahan diri dan bertanggung jawab selama fase gencatan senjata, dengan menghindari tindakan yang dapat merusak proses perdamaian yang sedang berlangsung, serta menciptakan situasi yang kondusif
Menlu delapan negara mendorong pentingnya mewujudkan perdamaian yang adil dan langgeng, yang didasarkan pada hak rakyat Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri dan membentuk negara sesuai dengan hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan
Disisi lain, Kepala Komite Nasional untuk Administrasi Gaza National Commitee for the Administration of Gaza/NCAG), Ali Abdel Hamid Shaath, menyerukan kepatuhan penuh terhadap gencatan senjata
“NCAG bersama mitra-mitranya berkomitmen untuk mencegah insiden lebih lanjut dan melindungi warga sipil. Jalan ke depan harus didasarkan pada pengendalian diri, tanggung jawab, dan rasa hormat terhadap kehidupan warga sipil,” ujar Abdel
Sementara itu data Kementerian Kesehatan Gaza mencatat total korban tewas sebanyak 71.667 orang sejak Oktober 2023 hingga akhir Januari 2026