Dialog Kebangsaan FPAI Bahas Hukum di Tengah Gelombang Perubahan



photo

SURABAYA, Sabtu 19 September 2026 – Kodam V/Brawijaya menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung penegakan hukum dan stabilitas nasional melalui kehadiran Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., pada acara Dialog Kebangsaan FPAI yang diselenggarakan oleh Forum Pengayom Advokat Indonesia di Lantai 4 Grand Ballroom Falletron, Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, Jumat (18/9/2026) malam. Kehadiran pucuk pimpinan Kodam V/Brawijaya tersebut didampingi jajaran pejabat utama komando daerah militer, perwakilan matra laut dan udara, serta instansi hukum militer teras.

Partisipasi aktif Kodam V/Brawijaya pada forum yang diinisiasi oleh Ketua Umum Asosiasi Advokat Indonesia Prof. Dr. KPHA Tjandra Sridjaja ini menegaskan kesiapan institusi militer dalam memperkuat integrasi dengan aparat penegak hukum dan kalangan praktisi peradilan. Sebanyak 1.500 advokat dan tamu undangan memadati ruangan guna menyatukan visi kebangsaan dalam merespons tantangan zaman.

Rangkaian kegiatan resmi dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dilanjutkan dengan Mars FPAI. Suasana khidmat terasa saat para peserta menyaksikan penayangan video Pray For Indonesia dan melangsungkan doa bersama untuk kedamaian, persatuan, serta ketenteraman bangsa.

Dalam sambutan pembuka, Ketua Umum Asosiasi Advokat Indonesia Prof. Dr. KPHA Tjandra Sridjaja menggarisbawahi bahwa FPAI lahir atas kepedulian mendalam terhadap beratnya tantangan yang dihadapi bangsa, terutama dalam ranah keadilan dan kepastian hukum.

“Advokat bukan hanya profesi yang memberikan jasa hukum, tetapi juga merupakan bagian penting dari sistem penegakan hukum dan salah satu unsur yang memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga keadilan, demokrasi, serta negara hukum,” ujar Prof. Tjandra Sridjaja di hadapan para peserta.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa ruang dialog ini penting untuk merekatkan sinergi kebangsaan. “Advokat perlu membangun tradisi dialog yang sehat, dialog bukan untuk mencari siapa yang paling benar, tetapi untuk menemukan titik temu dan solusi terbaik bagi kepentingan masyarakat, hukum, dan bangsa,” pungkasnya.

Memasuki acara inti, diskusi panel mengusung tema “Hukum di Tengah Gelombang Perubahan” yang dipandu oleh moderator Andromeda Mercury. Dialog ini menghadirkan tokoh nasional dan pengamat kenamaan, yaitu Rocky Gerung, Saut Situmorang, Komjen Pol (Purn) Susno Duadji, Muhammad Nasir Djamil, dan Dr. Selamet Ginting.

Sesi dialog kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab yang memberikan ruang kepada peserta untuk menyampaikan pandangan dan pertanyaan terkait persoalan hukum. Forum juga menekankan pentingnya tradisi dialog yang sehat untuk menemukan titik temu dan solusi bagi kepentingan masyarakat, hukum, serta bangsa.

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin M.A. turut hadir bersama sejumlah pejabat TNI, Polri, pemerintah daerah, unsur peradilan, kejaksaan, asosiasi advokat, dan media. Kehadiran lintas institusi tersebut menunjukkan perhatian terhadap pembahasan hukum sebagai bagian penting dalam menjaga kehidupan demokrasi dan ketertiban nasional.

“Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah, aparat penegak hukum, advokat, dan seluruh elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga supremasi hukum, persatuan, dan keutuhan NKRI di tengah berbagai perubahan.” tambah Pangdam V/Brawijaya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan cinderamata dan berakhir dalam keadaan aman serta lancar. Dialog Kebangsaan FPAI diharapkan terus menjadi ruang konstruktif untuk memperkuat wawasan kebangsaan, supremasi hukum, demokrasi, persatuan, serta sinergi antarelemen dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News

Get In Touch

Jl Pahlawan No 7, Surabaya

gmail : vnncitra@gmail.com

Follow Us

© oposisi.co. All Rights Reserved.