Donald Trump Prediksi Kejatuhan Kuba dan Perintahkan Marco Rubio Buka Komunikasi
Washington DC, Minggu 08 Maret 2026- Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pernyataan mengejutkan terkait masa depan pemerintahan di Kuba dalam sebuah wawancara telepon eksklusif dengan CNN pada Jumat (6/3)
Dalam kesempatan tersebut, Trump memprediksi bahwa negara sosialis tersebut akan segera jatuh dan menyatakan kesiapan Washington untuk mengambil langkah diplomatik lebih lanjut”. Mereka sangat ingin mencapai kesepakatan,” ujar Trump merujuk pada kondisi pemerintahan di Havana saat ini
Sebagai langkah nyata, Trump menginstruksikan Menteri Luar Negeri Marco Rubio untuk segera menjalin komunikasi dengan pihak Kuba dan memantau perkembangan situasi di sana secara saksama. Langkah ini sejalan dengan ambisi Trump sebelumnya yang sempat melontarkan kemungkinan adanya “pengambilalihan secara damai” atas negara kepulauan tersebut
Meskipun fokus terhadap Kuba meningkat, Trump menegaskan bahwa prioritas utama militernya saat ini tetap tertuju pada Iran, yang saat ini tengah menghadapi operasi militer AS. “Kami bisa melakukan semuanya sekaligus, tetapi hal-hal buruk bisa terjadi,” tambah Trump, mengisyaratkan bahwa AS tetap berhati-hati dalam membagi kekuatan militernya di tengah ketegangan global yang terjadi secara bersamaan.
Pemerintahan Trump sendiri telah secara sistematis meningkatkan tekanan terhadap Kuba melalui berbagai jalur. Selain memperketat sanksi ekonomi, AS juga melancarkan operasi militer terhadap Venezuela yang selama ini menjadi pemasok utama energi bagi Kuba
Langkah strategis ini bertujuan untuk memutus rantai pasokan minyak dan memaksa Havana mengubah kebijakan luar negerinya yang dianggap bermusuhan terhadap Washington
sumber: NHK News