EMAS Percepat Produksi Perdana Tambang Emas Pani, Siap Beroperasi Kuartal I 2026
JAKARTA, 15 NOVEMBER 2025 — PT Merdeka Gold Resources Tbk (IDX: EMAS) semakin mendekati fase produksi emas perdana dari Tambang Emas Pani di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.
Hingga akhir kuartal III 2025, progres konstruksi tambang telah mencapai 83 persen, menegaskan bahwa perusahaan berada di jalur yang tepat untuk mulai berproduksi pada kuartal I 2026.
Presiden Direktur EMAS, Boyke Poerbaya Abidin, menyampaikan bahwa seluruh proses pengembangan berjalan sesuai target dan menunjukkan kemajuan signifikan.
“Pembangunan Tambang Emas Pani berlangsung aman, efisien, dan sesuai rencana. Dengan aktivitas penambangan yang sudah dimulai dan produksi perdana pada awal 2026, EMAS siap menjadi salah satu produsen emas utama di Indonesia,” kata Boyke.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan IPO EMAS memberikan dukungan finansial yang kuat bagi penyelesaian proyek serta strategi pertumbuhan perusahaan ke depan. Hingga kini, total investasi yang telah digelontorkan untuk pengembangan tambang mencapai USD 208,7 juta.
Tambang Emas Pani merupakan proyek terbaru dari grup PT Merdeka Copper Gold Tbk (IDX: MDKA), yang sebelumnya sukses mengembangkan Tambang Emas Tujuh Bukit di Banyuwangi.
Proyek ini diproyeksikan menjadi salah satu tambang emas primer terbesar di Indonesia, dengan estimasi cadangan sebesar 190,3 juta ton bijih, 4,8 juta ons emas serta 4,9 juta ons perak (data per 6 Oktober 2025).
Kegiatan penambangan resmi dimulai pada 1 Oktober 2025, diikuti peledakan perdana pada 15 Oktober 2025. Sementara itu, penumpukan bijih pertama direncanakan berlangsung pada November 2025 sebagai bagian dari persiapan produksi.
Seiring kemajuan konstruksi, PLN telah memasok listrik 150 kV ke area tambang sejak 1 Oktober 2025, memungkinkan uji coba fasilitas Ore Processing Plant.
Proses commissioning untuk heap leach, pabrik ADR (Adsorption, Desorption, and Recovery), serta infrastruktur pendukung lainnya kini berjalan dan ditargetkan tuntas sebelum fase produksi dimulai.
EMAS menegaskan bahwa pengembangan Tambang Emas Pani tidak hanya mengejar aspek operasional, tetapi juga mengedepankan prinsip keberlanjutan sesuai standar Environment, Social, and Governance (ESG) yang diusung MDKA.
Per akhir kuartal III 2025, tambang ini mencatat 15,5 juta jam kerja tanpa insiden hilangnya waktu kerja (Lost Time Injury/LTI), menunjukkan penerapan standar keselamatan yang ketat.
Ke depan, EMAS berencana memanfaatkan listrik dari energi terbarukan melalui skema Renewable Energy Certificate (REC) PLN sebagai langkah menuju operasi tambang rendah emisi.