Jelang Ramadhan Halodoc Luncurkan Panduan Puasa Sehat
Jakarta, Selasa 27 Januari 2026- Menyambut bulan Ramadhan pada bulan depan, platform layanan kesehatan online, Halodoc, meluncurkan panduan berpuasa sehat berbasis ilmiah
Panduan dalam bentuk laporan bernama Indonesia Health Insight Q1 2026 dengan tajuk “Menjembatani Kesiapan dan Tantangan Kesehatan Sepanjang Ramadan hingga Perayaan IdulFitri” diluncurkan dalam acara Health Talk by Halodoc di GIOI Menteng Jakarta pada pekan lalu
Laporan tersebut memperkenalkan istilah “Health Adjustment Gap”, kondisi ketika kesiapan tubuh tidak sejalan dengan perubahan pola hidup mendadak, yang memicu lonjakan keluhan kesehatan berulang. Diketahui setiap tahun umat muslim akan menjalani inadah puasa satu bulan penuh dimana akan terjadi perubahan ritme hidup dan munculnya masalah kesehatan yang khas
“Ramadan adalah periode perubahan gaya hidup paling signifikan dirasakan oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Melalui Indonesia Health Insight, kami ingin memberikan rujukan berbasis data dan pandangan medis,” ujar Chief Marketing Officer Halodoc, Fibriyani Elastria
Dari data yang dihimpun tim Halodoc, menunjukkan adanya pola berulang setiap tahun dimana beberapa hari sebelum puasa, pembelian obat-obatan melalui layanan mereka, seperti vitamin dan suplemen meningkat 30%, obat pencernaan 15%, produk kesehatan mulut dan tenggorokan 16%, serta produk kesehatan dan kecantikan kulit naik hingga 19%
Diungkap juga dalam laporan itu jika dalam minggu pertama Ramadan, gangguan pencernaan mendominasi keluhan kesehatan yang masuk di layanan Halodoc dengan kenaikan mencapai 21% dibanding kondisi normal
Menurut dr.Irwan Heriyanto,MARS, Board of Medical Excellence Halodoc, di awal-awal puasa, tubuh masih beradaptasi, yang menyebabkan lambung lebih sensitif karena perubahan jam makan dan waktu tidur. Sementara kekurangan cairan juga mempengaruhi keseimbangan tubuh
Untuk mengantisipasi “Health Adjustment Gap”, ia menyarankan agar umat muslim yang menjalankan ibadah puasa, untuk meningkatkan konsumsi serat dan cairan jelang bulan ramadan. Selain itu disarankan untuk mengatur pola makan saat sahur
Sementara diwaktu berbuka puasa, pilih menu makanan seimbang yang mengandung protein, karbohidrat kompleks dan serat, serta membatasi konsumsi makanan berlemak pedas dan mengandung kafein. Masyarakat juga dapat menerapkan pola minum 2-4-2 saat puasa untuk menghindari dehidrasi
Sebagai informasi, pola 2-4-2 adalah metode hidrasi untuk memenuhi kebutuhan delapan gelas air putih sehari selama berpuasa
Aturannya terdiri dari meminum dua gelas saat berbuka untuk mengembalikan cairan yang hilang, empat gelas sepanjang malam setelah makan malam hingga menjelang tidur agar tubuh tetap terhidrasi, dan dua gelas saat sahur sebagai cadangan cairan untuk aktivitas siang hari
Dengan membagi asupan secara bertahap, tubuh dapat menyerap air dengan lebih efisien, beban kerja ginjal tetap terjaga, serta risiko dehidrasi dan lemas selama menjalankan ibadah puasa dapat diminimalisir