Kejar Ketertinggalan, Apple Akuisisi Startup AI Asal Israel
Cupertino, Senin 02 Februari 2026- Salah satu perusahaan teknologi raksasa AS, Apple, dilaporkan telah mengakuisisi Q.ai, sebuah startup pengembang kecerdasan buatan (AI) asal Israel
Kesepakatan senilai hampir US$2 miliar itu-menurut sumber di Financial Times- merupakan upaya perusahaan mengejar ketertinggalan dalam pengembangan AI, seperti dilontarkan beberapa analis teknologi
Melalui sebuah pernyataan Wakil Senior Apple untuk teknologi perangkat keras, Johny Srouji mengungkap alasan dibalik akuisisi tersebut
Menurut Srouji keunikan Q.ai dalam mengembangkan teknoilogi AI dengan menghadirkan pendekatan baru dan kreatif memanfaatkan pembelajaran mesin, dianggap dapat membantu Apple menjadi salah satu pemain utama dalam industri kecerdasan buatan global
“Q.ai adalah perusahaan luar biasa yang mempelopori cara-cara baru dan kreatif memanfaatkan pencitraan dan pembelajaran mesin,” jelas Srouji
Financial Times dalam laporannya menulis jika paten Q.ai merujuk pada perangkat wearable yaitu kategori perangkat elektronik yang dirancang untuk dipakai pada tubuh sebagai aksesori
“Paten yang diajukan Q.ai menunjukkan teknologinya digunakan pada headphone atau kacamata, dengan memanfaatkan gerakan mikro kulit wajah untuk berkomunikasi tanpa berbicara,” tulis media tersebut
Dengan mengakuisisi Q.ai, Apple sepertinya ingin memperkuat ekosistem perangkat wearable miliknya, seperti AirPods (earbud nirkabel) dan Vision Pro (komputer canggih yang dipakai di wajah)
Sebagai informasi, Q.ai yang berbasis di Ramat Gan, Israel, merupakan startup teknologi yang didirikan oleh Aviad Maizels, Dr. Yonatan Wexler, dan Dr. Avi Barliya. Perusahaan ini bergerak di bidang kecerdasan buatan dengan spesialisasi pada pengolahan audio dan sensor canggih
Teknologi utama mereka berfokus pada kemampuan silent speech yang memungkinkan perangkat memahami perintah hanya melalui gerakan wajah tanpa suara, serta pemrosesan audio yang mampu menangkap bisikan di tengah kebisingan ekstrem
Sementara itu, bagi salah satu founder Q.ai, Aviad Maizels, akuisisi ini merupakan kedua kalinya, setelah pada tahun 2013, Apple pernah membeli PrimaSense, perusahaan yang ia dirikan, yang bergerak di bidang teknologi pendengaran tiga dimensi
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News