PBB Kekurangan Dana, Guterres Usulkan Pangkas Anggaran Tahun Depan
New York, Selasa 02 Desember 2025- Sekjend PBB Antonio Guterres mengusulkan pemangkasan anggaran tahun depan hingga 15,1 persen
Usulan tersebut dilontarkan Guterres di pertemuan Komite Kelima PBB pada Senin (1/12), dimana anggaran tahun 2026 dipangkas US$577 juta menjadi US$3,24 miliar, turun 15,1 persen, dibanding anggaran tahun ini
Namun pemotongan tidak berlaku bagi anggaran yang dialokasikan untuk pengungsi Palestina (UNRWA), karena sangat diperlukan untuk mengatasi krisis kemanusiaan di wilayah konflik tersebut
Selain pemotongan, Guterres juga mengusulkan untuk mem-PHK 18 persen pekerja PBB. Upaya ini dilakukan sebagai upaya efisiensi di tengah krisis keuangan yang dialami badan dunia tersebut, yang sebagian besar disebabkan karena tunggakan AS, dikutip dari CNN Indonesia
“Kami menutup tahun 2024 tahun 2024 dengan tunggakan sebesar US$760 juta, dan dari jumlah itu sebesar US$709 juta masih belum dibayarkan. Selain itu, kami juga belum menerima iuran 2025 sebesar US$877 juta. Jadi total tunggakan kini mencapai US$1,586 miliar,” ujar Guterres
“Likuiditas masih rapuh, tantangan ini akan terus berlanjut terlepas dari anggaran akhir yang disetujui oleh Majelis Umum, mengingat besarnya tunggakan yang tidak dapat diterima,” tambahnya
Pendanaan PBB
Dana operasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada dasarnya bersumber dari dua jenis kontribusi utama negara-negara anggotanya:
- Iuran Wajib (Assessed Contributions): Ini adalah iuran yang wajib dibayarkan oleh 193 negara anggota PBB untuk Anggaran Reguler (operasional sehari-hari) dan Anggaran Misi Penjaga Perdamaian. Jumlah iuran setiap negara dihitung berdasarkan formula yang kompleks, memperhitungkan faktor-faktor seperti Produk Domestik Bruto (PDB) dan populasi
- Sumbangan Sukarela (Voluntary Contributions): Sumbangan ini diberikan untuk program-program khusus PBB, seperti UNICEF, UNDP, dan badan-badan kemanusiaan lainnya. Amerika Serikat (AS) secara historis adalah kontributor keuangan terbesar bagi PBB, menanggung porsi terbesar dari iuran wajib dan sumbangan sukarela