Produk Elektronik Low Watt Makin Diminati Pasar
SURABAYA, 8 MARET 2026 – Tren penggunaan peralatan elektronik rumah tangga dengan konsumsi listrik rendah atau low watt semakin meningkat di Indonesia. Kesadaran masyarakat untuk menghemat energi sekaligus menekan biaya listrik mendorong produsen menghadirkan berbagai perangkat rumah tangga yang lebih efisien.
Salah satu indikatornya terlihat dalam pameran Hello Comfort Exhibition Roadshow yang digelar di Pakuwon Mall Surabaya pada 4–8 Maret 2026. Dalam ajang ini, PT Sharp Electronics Indonesia menargetkan penjualan hingga Rp2 miliar, dengan mengandalkan berbagai produk rumah tangga yang dilengkapi teknologi hemat energi.
Senior Branch Manager Sharp Indonesia Surabaya, Henri Santoso, mengatakan minat masyarakat terhadap perangkat elektronik hemat listrik terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
“Sekarang konsumen semakin memperhatikan efisiensi energi. Banyak produk elektronik yang sudah dilengkapi teknologi inverter sehingga konsumsi listriknya jauh lebih hemat,” ujar Henri di sela pameran, Sabtu (7/3/2026).
Menurutnya, teknologi inverter kini menjadi standar baru pada sejumlah produk rumah tangga seperti AC, lemari es, dan mesin cuci. Teknologi ini memungkinkan perangkat bekerja lebih stabil sehingga penggunaan listrik dapat ditekan tanpa mengurangi performa.
Selain mengikuti tren pasar, pengembangan produk hemat energi juga sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong efisiensi energi pada berbagai sektor, termasuk perangkat elektronik rumah tangga.
Henri mengakui masih ada sebagian konsumen yang beranggapan produk inverter lebih mahal dan sulit diperbaiki. Namun saat ini selisih harga antara produk konvensional dan inverter semakin kecil.
“Investasi awal memang sedikit lebih tinggi, tetapi selisihnya sekarang rata-rata hanya sekitar 5 persen. Dengan konsumsi listrik yang lebih rendah, biaya pemakaian justru lebih hemat dalam jangka panjang,” jelasnya.
Di pasar elektronik rumah tangga, permintaan terhadap produk hemat energi juga tercermin dari kinerja beberapa kategori utama. Produk seperti lemari es, AC, dan mesin cuci masih menjadi kontributor terbesar penjualan.
Untuk kategori lemari es, pangsa pasar Sharp secara nasional bahkan telah melampaui 30 persen, sementara AC dan mesin cuci berada di atas 25 persen. Sedangkan pada segmen LED TV, perusahaan tersebut masih berada di posisi tiga besar nasional.
Dalam pameran di Surabaya ini, berbagai perangkat elektronik terbaru ditampilkan, mulai dari lemari es, AC, mesin cuci, hingga air purifier dan perangkat audio visual. Produk-produk tersebut dirancang untuk mendukung konsep rumah tangga modern yang lebih hemat energi dan efisien.
Pameran ini juga menghadirkan area Smart Living Dome yang memungkinkan pengunjung melihat langsung simulasi penggunaan perangkat elektronik dalam kehidupan sehari-hari, termasuk bagaimana teknologi modern dapat membantu menekan konsumsi listrik di rumah.
Selain pameran produk, berbagai kegiatan seperti cooking demo, talkshow gaya hidup sehat, dan aktivitas keluarga turut meramaikan acara yang sebelumnya telah digelar di sejumlah kota seperti Bandung, Yogyakarta, dan Semarang.
Secara umum, penjualan perangkat elektronik rumah tangga masih menunjukkan tren positif. Meski demikian, penjualan AC sempat sedikit melambat dalam beberapa bulan terakhir seiring kondisi cuaca yang lebih sering hujan.
“AC memang sedikit turun karena cuaca lebih sering hujan. Tapi secara keseluruhan penjualan produk rumah tangga seperti kulkas dan mesin cuci masih tumbuh,” kata Henri.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap efisiensi energi, produsen elektronik memperkirakan tren peralatan rumah tangga low watt akan terus berkembang dan menjadi pilihan utama konsumen di masa mendatang.