Singapura Larang Pelajar Pakai Ponsel Selama Jam Sekolah
Singapura, Selasa 02 Desember 2025- Singapura akan memberlakukan pelarangan penggunaan ponsel pintar dan jam tangan pintar untuk siswa sekolah menengah selama berada di jam sekolah, seperti diumumkan kementerian Pendidikan negara tersebut pada Minggu (30/11)
Pelarangan yang akan dimulai Januari 2026 tersebut, merupakan perluasan dari pelarangan yang berlaku saat ini dimana siswa dilarang memanfaatkan gadgetnya di tengah jam pelajaran berlangsung
Kebijakan terbaru tersebut mewajibkan para siswa menyimpan gadgetnya di tempat yang telah ditentukan oleh pihak sekolah seperti loker atau tas sekolah masing-masing. Pengecualian akan diberikan untuk kondisi tertentu yang diperlukan
Menurut kementerian itu tujuan dari perluasan larangan tersebut adalah untuk menciptakan lingkungan sekolah yang memprioritaskan pembelajaran siswa dan meningkatkan keterlibatan mereka, serta mendorong kebiasaan yang lebih sehat dalam penggunaan layar HP dan kesejahteraan yang lebih baik
“Penggunaan gadget berlayar di kalangan siswa telah terbukti menggantikan aktivitas-aktivitas penting, seperti tidur, aktivitas fisik, dan interaksi sosial dengan teman dan keluarga, serta berkaitan dengan kesejahteraan holistik yang lebih buruk,” ujarnya
Menurut statista.com, Singapura memiliki tingkat adopsi ponsel pintar yang sangat tinggi, dan diproyeksikan akan mencapai 99,4% populasi pada tahun 2026, dengan 5,72 juta pengguna pada tahun 2023
Melansir Hidayatullah.com (2024), berdasarkan studi yang dilakukan oleh peneliti Institute of Mental Health (IMH), separuh dari generasi muda Singapura yang berusia antara 15 dan 21 tahun menghadapi masalah kecanduan ponsel pintar, yang terkait dengan memburuknya kesehatan mental
Penelitian yang didanai oleh Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kesehatan Singapura ini menemukan bahwa individu yang terkena dampak setidaknya tiga kali lebih mungkin mengalami gejala depresi sedang atau berat, kecemasan dan insomnia, dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki masalah tersebut