Wamenkeu Suahasil: Investasi dan Produktivitas Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
JAKARTA, 14 NOVEMBER 2025 – Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menekankan pentingnya investasi dan peningkatan produktivitas sebagai kunci menjaga stabilitas sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.
Suahasil menjelaskan bahwa gejolak harga komoditas, tensi geopolitik, dan dinamika pasar keuangan global menimbulkan risiko yang datang silih berganti. Namun, situasi tersebut justru menjadi momentum bagi Indonesia untuk mempercepat transformasi ekonomi dengan memperkuat fondasi domestik.
“Ini kesempatan kita menata rumah kita sendiri dan mendorong transformasi ekonomi Indonesia,” ujarnya dikuti, Jumat (14/11/2025). .
Suahasil mengatakan perekonomian nasional masih mampu menjaga kombinasi yang jarang ditemui di banyak negara, yaitu pertumbuhan stabil sekitar 5% dan inflasi terjaga di level 2,5%. Menurutnya, capaian ini menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah tekanan global.
Ia juga menyoroti peran penting APBN 2025 sebagai jangkar stabilitas ekonomi dan penopang transisi pemerintahan. Kebijakan fiskal dinilai mampu melakukan efisiensi anggaran sekitar Rp300 triliun dari total Rp3.600 triliun, yang kemudian dialihkan untuk membiayai program-program prioritas nasional.
Meski kondisi jangka pendek stabil, Suahasil menegaskan bahwa target Indonesia menjadi negara maju pada 2045 membutuhkan lompatan pertumbuhan. Ia menilai pertumbuhan ekonomi harus ditingkatkan ke kisaran 6–8 persen, mengikuti jejak negara-negara yang berhasil naik kelas secara ekonomi.
Ia menyebut sektor manufaktur sebagai mesin utama yang harus diperkuat. Fokusnya, bukan lagi pada produksi barang konsumsi, tetapi manufaktur bernilai tambah tinggi seperti mesin dan peralatan industri.
“Kita ingin manufaktur yang menghasilkan barang produktif, bukan sekadar barang konsumsi,” tegasnya.
Untuk mewujudkan ambisi pertumbuhan tinggi, Suahasil menekankan pentingnya sinergi instrumen ekonomi nasional yaitu APBN sebagai kebijakan fiskal, Danantara sebagai pengelola investasi strategis negara, dan sektor keuangan yang menopang pembiayaan.
Ia menyebut kolaborasi ini sebagai Indonesian Way untuk menciptakan iklim investasi yang kuat dan mendorong produktivitas nasional.
Dengan penguatan investasi, peningkatan produktivitas, dan strategi fiskal yang solid, Suahasil optimistis Indonesia bisa menjaga stabilitas sekaligus melaju menuju target Indonesia Emas 2045.